tanya diri tujuan


buku siapa saya lupa, dia bahas tentang proposal tertuju kepada tuhan. saya tersentak kaget dan sedikit miris pada diri saya (pribadi) dan mudah-mudahan anda juga merasa, kalau ternyata tujuan hidup kita di dunia harus dirancang sedimikian hingga, ya supaya kita hidup ada arah, kita hidup ada tujuan, kita hidup punya koridor, kita hidup punya prinsip, kita hidup tidak berantakan dan akhirnya, kita sampai pada tujuan kita.
dan saya pun mulai bertanya-tanya, apakah saya punya (tujuan) hidup itu? apakah saya sudah hidup pada rel yang ( baru terpikir untuk ) saya buat? ataukah belum?
mudah-mudahan semua bertanya (lebih dulu dari saya), untuk apa sebenarnya kita hidup dan kemana tujuan kita?
saya memang tidak membolak-balik bukunya, dan bahkan tidak membukanya, tetapi saya cukup tersadarkan bahwa sebenarnya, saya belum punya (tujuan hidup). dia penulis berceritakan tentang penelitian di universitas amrik sana (saya lupa namanya), tentang mahasiswa-mahasiswa yang bersekolah disana. dia teliti, dia amati, dia bertanya, ternyata dari 100persen yang dia tanya, hanya 13persen yang sudah punya rencana dan tujuan hidup sementara yang 87persennya masih belum. wah, angka yang cukup mengangetkan untuk mahasiswa yang bersekolah diamrik sana dan sepertinya banyak dari 87persen tersebut orang kita (baca:indonesia). dan cukup mengangetkan, dari 13persen yang 100persen tadi ternyata punya pendapatan dua kali lebih besar dari yang tidak punya rencana dan tujuan hidup.
saya sedikit kaget dan baru benar kaget setelah membaca sedikit lagi. sedikitnya 3persen dari yang punya tujuan hidup tadi, setelah lulus dari universitas punya penghasilan sepuluh (10) kali lebih besar dibanding 97persen yang lainnya.
yup.
tujuan hidup itu perlu. tidak perlu kaku. jalani apa adanya. jalankan sesuai kemampuan, yang terbaik tentunya. jangan dimaksudkan pasrah, jangan dimaksudkan berserah diri. harus yang terbaik dulu, kalau sudah terbaik (baca:maksimal) baru pasrah, baru berserah diri.
setiap orang punya potensi dan setiap potensi pasti ada. jangan pernah kita mengklaim diri tidak puya potensi, jangan pernah mengklaim diri kita penuh kekurangan karena kita pasti punya kelebihan dan kelebihan itu potensi.
people are always blaming their circumstances for what they are. i dont believe ini circumstances. the people who get on in this world are the people who get up and look for the circumstances they want, and if they can’t find them, make them
 (george bernard shaw)

sedikit terinspirasi dari semua pihak, semua teman yang mendukung, saya putuskan untuk menulis (lagi) dan entah keberapa kalinya saya buat komitmen ini dan entah keberapa kalinya juga saya melanggar (komitmen saya sendiri). ah, kalau tidak mulai hari ini kapan lagi?kalau tidak ada ideas baru, kapan lagi ada perubahan? kalau tidak ada ‘sacred cow’ yang dibunuh, kapan lagi saya perbaiki diri saya?mari sibukkan diri.

setiap hari, harus ada alquran yang masuk ke dalam sendi
setiap hari, harus ada sunnah yang dalam darah
setiap hari, harus ada yang tertulis walau sejengkal
setiap hari, harus ada yang terbaca walau sekata
setiap hari, harus ada kebaikan walau sepatah
setiap hari, harus ada ilmu walau secarik
setiap hari, harus ada dosa yang terhapus walau setitik
setiap hari , harus ada harus ada perubahan walau selangkah
setiap hari, harus ada langkah walau terseok
setiap hari, harus ada ayunan walau setengah
setiap hari, harus ada semangat walau sekecil
setiap hari, harus ada keihlasan yang tak terlewatkan
setiap hari, harus ada senyum walau secuil
setiap hari, harus  sabar
setiap hari, harus lebih baik.

karena setiap hari ada tanggung jawab
karena setiap hari ada beban
karena setiap hari ada tantangan
karena setiap hari ada hambatan
karena setiap hari ada masalah
karena setiap hari ada gejolak
karena setiap hari akan tercatat
karena setiap hari akan ditanya
karena setiap hari akan disodorkan
karena setiap hari akan dipertanggungjawabkan

bosan aku bertorika, kalau tidak ada tindakan pula.

wassalam.
di barak sempit bernama petakf bersama putuarys,bastianleo, nyenyaknya brownsound, sepotong dompet usang dan semangat (baru) menyala.

-maidiyantorahmat-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar