sanekane

sanekane. mungkin terdengar asing, mungkin saja sering bagi sedikit atau segelintir saja. saya juga mendengarnya asing, dan baru saja tertemukan di halaman wiki. ya, sanekane sama saja dengan jejaring sosial. sebuah frasa yang baru saja menyeruak mendadak belakangan, karena teknologi, karena globalisasi, karena berubah itu adalah sesuatu yang sangat cepat rasanya sekarang. dan. jejaring sosial, sebutkanlah sanekane mulai mengubah, mulai ekspansi sebuah ubah, mulai mengemuka, mulai berkestensifikasi. mari mulai menanya, berubah seperti apa?
sanekane bisa saja kita mengibarat seperti jembatan, jembatan yang menghubung, terhubung, berhubungan, yang membuat hubung dan hubungan antara simpul, banyak simpul. simpul- simpul bisa saja kita sebut sebagai titik, titik besar yang mengelola, menginteraksi garis dari sekian banyak garis pula. simpul ; bisa dibaca titik itu, ya pribadi, kita dengan segala kemajemukannya. garis; bisa dibaca hubungan spesifik seperti nilai, visi, ide, keluarga, sahabat, hobi-kesenangan, profesi, etnik, sara, dan lainnya. sekarang, multifase ideologi menjadikan hubungan berupa garis itu bisa saja menjadi superspesifik. yang melakukan spesialisasi di atas spesialisasi.
ya, dengan singkatnya kita bisa sebut si sanekane sebagai sebuah struktur, bisa saja sebuah struktur sosial, sebuah teratur dalam hubungan antar pribadi yang unik dan spesifik. struktur nantinya akan membuahkan kultur dan seterusnya menjadi prosedur. sekarang, kita ada di tahap struktur, jembatan yang menghubungkan. tapi lama ke lama an, akan menjadi sebuah kultur. ketika dia berenovasi menjadi kultur, jangan heran ketika ada keterikatan, sebuah ikat yang akan membuat kita galau kalau kita tidak menyelaminya. kultur akan membentuk itu menjadi kebiasaan, sehingga tidak biasa adalah sebuah keanehan. bahayanya, ketika sanekane sudah berwujud sebagai prosedur. dia membuat aturan yang harus dilaku, dan ketika kita tidak berlaku maka akan ada hukum yang merasuki kita. hukum sanekane dari prosedur sanekane. dan ingat, semua bermula dari sebuah struktur.
sekarang, sanekane sudah mewujud digital, jaringan, on line, internet on. bukumuka nya mark zuckerberg , pencuap-pencuap nya jack dorsey, serta sanekane digital lainnya sudah membumi di dunia kita, menanam pasak dalam mengakar hebat. interaksi, intervensi, supermisi, sudah dicuri, sedikit atau menjurus banyak oleh sanekane ini. bisa saja manfaat, bisa saja mudarat. bisa sebuah fungsi mendunia yang kita toreh, tapi bisa saja torehan sia-sia yang seringkali kita produksi. semuanya berakumulasi, semuanya menggabung jadi satu gumpal. entah akumulasi bernilai positif, atau negative. semua, tergantung pribadi dan pilihannya. nilai saja kita, apakah pribadi; kita sudah berinteraksi secara masif negative, atau positif. apakah sia-sia, apakah sebuah visi, apakah hanya sebuah involusi berlarut-larut, apakah dunia yang dilipat. itu terserah pribadi. pilihan pribadi.
jejaring sosial pada dasarnya, harus memudahkan kita, harus memberi manfaat-besar. jangan sampai dia menjelma menjadi prosedur, yang membuat sulit, yang mengatur, yang hanya terus-terus mencetak negative demi negatif, menjauh dari positif demi positif. bijak dalam menggunakan, bijak dalam pilihan, asertif dalam menjauh dari segala negative yang tertawarkan, asertif dalam berebutan positif. dan adalah harusnya, kita terus berubah, untuk menjawab masalah demi masalah yang terus mengembangkan definisinya. mari, semakin dan semakin menuju, merangkul positif.



dalam sedikit perasaan keterikatan prosedural sanekane
-maidiyanto rahmat-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar