aku dan sutradara


sepertinya memang seperti ini caraku menikmati hidup. berbuat, salah, kembali berbuat dan seperti tidak ada yang terjadi. banyak orang memprestasikan dirinya untuk sebuah perubahan, perubahan dan perubahan. aku memang ditakdirkan seperti ini. tidak ada perubahan. datar. tanpa perkembangan. penuh involusi. penuh desersi. penuh kesalahan. penuh ketidakpastian. penuh hal-hal yang selalu negatif. 

aku tak begitu tahu caranya. aku tak begitu mengerti alurnya. aku tak begitu mengerti jalan ceritanya. aku tak mengikuti skenarionya. ya. sekali lagi ya. aku bukan aktor yang baik. aku bukan seseorang yang selalu katakan ya kepada setiap kata yang terlontar pekat dari sang sutradara. entah bagaimana akhir ceritanya nanti, tak terpedulikan sungguh bagi diri yang hampa ini. lagipula, aku dan sang sutradara terlalu jauh jaraknya. walaupun ada yang katakan sutradara itu dekat, aku tak begitu mengerti untuk menjalankan skenarionya yang aku sendiri produsernya (mungkin) atau sang sutradaralah yang merangkap untuknya.

aku merasakannya sekarang. bahwa sekali lagi aku melakukannya. kesekiankalinya. seolah perfilman ini bukan tercipta untukku. kalau memang aku berakting salah, aku minta tolong tegur aku dengan lantang. ataukah memang aku diperankan untuk terus melakukan kesalahan yang pada akhirnya menjadikan skenarionya menjadi berantakan, supaya memberi warna terhadap apa yang kau sutradarai. 

tapi.

kenapa mesti aku. kenapa mesti aku yang menjalankannya. atau mungkin aku bukanlah pemain di dalam lahan ini. aku dipersiapkan untuk sesuatu yang memang dari sananya salah. 

coba terpikirkan untuk memaknai kesalahan ini, tapi toh aku tidak menikmati itu. sentuhan halusmu yang kutunggu-tunggu. sentuhan halus untuk menyadarkanku bahwa aku bukan pemain yang baik, aktor yang baik. aku bukanlah seorang aktor yang siap menerima penghargaan dari sini, situ dan sana. aku hanyalah pemeran figuran yang berkontribusi (sedikit) untuk suksesnya film yang kau sutradarai. aku sebenarnya ingin membaca naskah yang kau punya, sehingga setidaknya aku mempersiapkan diriku dan turut mempersiapkan kesuksesan film ini. setidaknya aku tahu apakah aku harus kontributif ataukah harus pasif.

 tapi ya sekali lagi, aku terlalu jauh dengan sutradara.
aku tak tahu sekarang, apakah aku yang menjauh ataukah sang sutradara yang berlari dariku.



-maidiyanto rahmat-
sebenarnya aku tak suka di ruang ini, tapi selalu ia memprovokasiku untuk mendatanginya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar